Fasilitas
Ragam Fasilitas di Fakultas Kehutanan UNMUL
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakatnya, Fakultas Kehutanan UNMUL dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
- 15 Ruangan Perkuliahan

- 3 Ruangan Seminar
- 34 Ruangan Kerja Dosen
- 1 Gedung Perpustakaan
- 1 Gedung Pusat Komputer
- 17 Laboratorium
- 1 Workshop
- 6 Gedung Baru untuk Administrasi, Perkuliahan, Laboratorium, Seminar dan Gedung Pertemuan
- Hutan Pendidikan UNMUL Bukit Soeharto
- Hutan Pendidikan UNMUL Lempake
HUTAN PENDIDIKAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS MULAWARMAN :
1. KEBUN RAYA UNMUL SAMARINDA (KRUS)
Ketua : Ir. H.Syarif Effendi,MP
Sekretaris : Ir. Rita Diana,M.Sc
Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) yang merupakan hutan alam yang vegetasinya didominasi oleh jenis-jenis famili Dipterocarpaceae memiliki luas 300Ha. Walaupun kondisi vegetasinya telah mengalami penurunan, baik jenis maupun individunya yang diakibatkan oleh kebakaran pada tahun 1982/1983, 1992/1993 dan 1997/1998, sehingga pada kondisi akhir, vegetasi kebun raya Unmul Samarinda, menjadi Hutan Sekunder Muda yang mengarah ke klimaks.
Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) mempunyai fungsi utama yaitu sebagai sarana Penellitian/Pendidikan, Rekreasi Alam dan juga sebagai Hutan Konservasi yang masih memiliki keanekaragaman hayati yang relative alami, baik Flora maupun Fauna yang ada didalamnya.
Pembangunan Kebun Raya Unmul Samarinda dimaksudkan untuk memelihara dan membina vegetasi (Konservasi In-situ) serta memperbanyak keanekaragaman Flora dan Fauna serta koleksi jenis-jenis eksotik (Konservasi Eks-situ). Selain itu KRUS juga diperuntukan areal rekreasi alam (Ekotourisme) serta pengenalan alam bagi berbagai kalangan masyarakat.
2. HUTAN PENDIDIKAN DAN PENELITIAN BUKIT SOEHARTO (HPPBS)
Ketua : Dr. Ir. Chandradewana Boer, M.Sc
Sekretaris : Ir.Edi Sukaton,M.Sc
Hutan Penelitian & Pendidikan Bukit Soeharto yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur memiliki Luas 20.271 Ha memiliki fungsi sebagai Hutan Penelitian dan Pendidikan.
Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto memiliki beberapa tipe ekosistem antara lain, hutan campuran Dipterocarpaceae dataran rendah, hutan kerangas, hutan pantai, semak belukar dan alang-alang.
Potensi flora, fauna, wisata alam dan pendidikan lingkungan sebagai berikut :
1. Potensi Flora
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto merupakan tempat sebaran beberapa jenis fauna antara lain : Meranti (Shorea spp.), Keruing (Dipterocarpus sp.), Mahang (Macaranga sp.), Mengkungan (Macaranga gigantea), Ara (Ficus sp.), Medang, Kapur (Dryobalanops spp.), Kayu tahan (Anisoptera costata), Nyatoh (Palaquium spp.), Keranji (Dialium spp.), Perupuk (Lophopetalum solenospermum) dan lain-lain.
2. Potensi Fauna
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto merupakan tempat sebaran beberapa jenis fauna antara lain : Orang utan (Pongo pygmaeus), terdapat di fasilitas rehabilitasi orang utan di Pusat reintroduksi Orang Utan Wanariset Samboja, Beruang madu (Helarctos malayanus), Macan Dahan (Neofelis nebulosa), Landak (Hystrix brachyura) dan lain-lain
3. Potensi Wisata Alam dan Pendidikan Lingkungan
Di dalam kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto terdapat objek wisata pantai Tanah Merah Samboja,hutan pendidikan Universitas Mulawarman dan Pusat Reintroduksi Orangutan Wanariset Samboja.
Permasalahan Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto
Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto memiliki beberapa permasalahan yang mengancam kelestariannya baik fungsi ekologis maupun keberadaan ekosistemnya. Masalah-masalah utama antara lain : kebakaran hutan,pembalakan kayu illegal, perambahan kawasan, dan lain-lain.
Kondisi permasalahan ini menyebabkan terdapatnya areal hutan pada kawasan tersebut merupakan areal terbuka yang ditumbuhi alang-alang yang menjadi sumber kerawanan kebakaran hutan pada saat musim kering yang akan meluaskan daerah terbuka di kawasan hutan Tahura Bukit Soeharto.
Selain itu kandungan bahan tambang berupa batubara yang ada didalam lapisan tanahnya, menyebabkan beberapa lokasi menyimpan potensi kebakaran jeluk yang cukup sulit untuk dikendalikan.
Keberadaan areal-areal terbuka tersebut juga menyebabkan beberapa fungsi ekologis Taman Hutan Raya Bukit Soeharto terganggu. Salah satunya sebagai daerah tangkapan air yang mengatur alirannya ke sub daerah aliran sungai (Sub DAS) Semboja yang mempengaruhi pula aliran air ke daerah aliran sungai (DAS) Mahakam.
Universitas Mulawarman ditunjuk sebagai Pengelola kawasan Bukit Soeharto Seluas ± 20.271 hektar pada Kawasan Taman Wisata Alam di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur sebagai Hutan Pendidikan dan Penelitian, melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor SK. 160/MENHUT-II/2004 tanggal 4 Juni 2004.
