Masyarakat Akan Mulai Merasakan Dampak Perubahan Iklim


OPINI By Humas 02 Desember 2015

Masyarakat Akan Mulai Merasakan Dampak Perubahan Iklim.
Masyarakat sebentar lagi akan merasakan dampak merugikan perubahan iklim, menurut seorang ahli ekonomi terkemuka. Profesor Richard Tol dari Sussex University, Inggris, memperkirakan dampak negatif pemanasan global akan melampaui dampak positifnya bila terjadi peningkatan suhu sampai 1,1 derajat celsius - yang sebentar lagi tercapai.
"Banyak orang berpendapat kalau sedikit pemanasan mungkin menguntungkan bagi manusia, bila diukur berdasarkan laba bersih dalam dolar, tetapi pemanasan yang lebih tinggi akan merugikan," kata Profesor Tol kepada BBC.
Ketika ditanya apakah masyarakat telah sampai pada titik ketika konsekuensi perubahan iklim mulai melebihi manfaatnya, dia membalas "Iya. Dalam komunitas akademik, ini bukan temuan kontroversial."
Menurut Tol, diskusi soal dampak peningkatan temperatur di bawah 2 derajat celsius tidak relevan karena bumi kemungkinan akan memanas 3-5 derajat celsius. Hal ini akibat para politisi tak akan rela atau mampu melakukan penghematan yang dibutuhkan demi mempertahankan peningkatan suhu di bawah 2 derajat celsius.
Dia mengatakan peningkatan sampai 4 derajat celsius akan bisa diatasi oleh Eropa dan negara lain yang cukup kaya untuk menanggung biaya yang dibutuhkan untuk adaptasi. Cara terbaik mengatasi perubahan iklim, katanya kepada BBC, ialah memaksimalkan pertumbuhan ekonomi.
Mengelola ekosistem.
Profesor ilmu bumi dari Exeter University Tim Lenton mengatakan, perkiraan Tol sangat optimistis.
"Daratan di Eropa tengah akan lebih hangat dari rata-rata 4 derajat ceslius, yang berpotensi mengubah pola musim di sepanjang Eropa.
"Kita akan kehilangan lapisan es di Arktik pada musim panas, dan lapisan itu akan jauh lebih tipis pada musim dingin.
"Kami telah menemukan kaitan perubahan pola cuaca dan distribusi aliran sungai.
"Kita lalu berspekulasi kekeringan di Mediteranea akan mendorong... perpindahan manusia. Wajah Eropa akan sangat berbeda."
Johan Rockstrom, direktur di pusat penelitian ketahanan lingkungan di Stockholm University, memperingatkan peningkatan suhu global di atas 2 derajat celsius akan berisiko memicu dampak yang tak dapat diperbaiki."
"Penyebab kenaikan suhu sampai 6 derajat celsius bukan emisi karbon, melainkan respon biosfer. Akankah kita dapat mempertahankan cadangan karbon di tanah permafrost, hutan hujan, dan hutan boreal, lahan basah, dan daerah pesisir? Karena di situlah penyimpanan terbesarnya."
"Kita menghasilkan emisi sembilan gigaton karbon per tahun dari bahan bakar fosil, namun terdapat 100 gigaton tersimpan di bawah tundra Siberia. Ada berkali-kali lipat simpanan karbon yang lebih besar di topsoil atau tanah tropis, atau di bawah es di Arktik"
"Bila kita tidak mengelola ekosistem dengan baik, ia dapat menusuk kita dari belakang."
bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151116_majalah_dampak_perubahaniklim.