LAPORAN KEGIATAN

  • Kerangka Acuan selengkapnya dapat diunduh disini.
  • Pengantar dari Panitia Rembuk Nasional 2017- unduh
  • Laporan Kegiatan Rembuk Bidang 8 Lingkungan Hidup dan Kehutanan - unduh
  • File Presentasi Rembuk Bidang 8 Lingkungan Hidup dan Kehutanan - unduh
  • Dokumen Materi dari Nara Sumber - menuju bagian materi

LATAR BELAKANG

Pembangunan Nasional Indonesia memiliki visi “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, dengan misi: (1) Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan; (2) Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berdasarkan negara hukum, dan; (3) Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional.

Tanggung jawab sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) meliputi wilayah lingkungan hidup di seluruh wilayah RI dan kawasan Hutan meliputi luas 120,77 juta hektare (64,32% luas daratan). Untuk mengurus sektor LHK, Presiden menugaskan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang mempunyai 13 Program yang dipimpin 13 Pejabat Eselon I, didukung Program Pendukung yang dipimpin Sekjen dan Program Pengawasan yang dipimpin oleh Irjen Rincian Program dan Pejabat Eselon I. Saat ini terdapat 71,94% kawasan hutan yang masih berhutan (86,88 juta hektare), dan 11,39% kawasan non kehutanan yang masih berhutan (7,63 juta hektare). Hingga Juli 2017, telah ditetapkan 87,47 juta hektare sebagai hutan negara (status hukum legal), namun masih terdapat kawasan hutan masih ada penguasaan tanah oleh pihak ketiga yang belum clear dan clean.

Hingga 2016, KHLK telah mencapai kinerja Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 62,96 atau 99,15%, Kawasan Konservasi yang memiliki nilai Indeks METT (nilai efektivitas pengelolaan) 70% ada 40 unit dari rencana 100 unit, KPH yang memproduksi barang dan jasa 135 unit dari 149 unit rencana, realisasi Perhutanan Sosial seluas 779.271 ha (6,14%) dari rencana 12,7 juta hektare, 7 Provinsi yang dapat dilindungi dari bahaya kebakaran, Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 4,52 T (132,94%), Ekspor Olahan USD 9,2 M (123,96%), dan Tumbuhan dan Satwa Liar Rp 6,5 T (130,95%). Pertanyaan kritisnya adalah Apakah angka-angka yang terpapar dalam laporan kinerja tersebut dapat menggambarkan realitas lapangan?

Kerangka Acuan selengkapnya dapat diunduh disini.

Pengantar dari Panitia Rembuk Nasional 2017- unduh

Laporan Kegiatan Rembuk Bidang 8 Lingkungan Hidup dan Kehutanan - unduh

File Presentasi Rembuk Bidang 8 Lingkungan Hidup dan Kehutanan - unduh

TUJUAN

Merembuk (membahas dengan spirit gotong royong dan musyawarah) dengan tujuan:

  • Mengidentifikasi dan memetakan hal-hal krusial yang menghambat capaian kinerja Bidang Lingkungan, Kehutanan dan Agraria dalam 2 tahun terakhir Pemerintahan Jokowi-JK.
  • Mengidentifikasi area/elemen pengungkit terbesar untuk mendongkrak kinerja dalam waktu 2 tahun tersisa

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2017 pukul 08.30 - 16.30 wita, bertempat di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Kampus Gunung Kelua Samarinda, Kalimantan Timur

Materi dan Nara Sumber

Acara dibagi ke dalam 3 sesi, terdiri dari 2 sesi pemaparan nara sumber dan 1 sesi diskusi kelompok.

  1. Perhutanan Sosial sebagai salah satu Instrumen Penyelesaian Konflik Kawasan Hutan, Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Ir. H. Wahyu Widhi Heranata, M.P. - [ unduh file ]
  2. Penguatan KPH dan Pembangunan Hutan Masa Depan, Tunggul Butarbutar, M.Sc., GIZ- Forclime- [ unduh file ]
  3. Menata Puzzle Kelola Hutan Indonesia: Mitra SETAPAK Kalimantan Timur - [ unduh file ]
  4. Pemantauan Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan Hidup dan Hutan (termasuk Kebakaran Hutan dan Lahan), Dr. Y Budi Sulistioadi, Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial Unmul- [ unduh file ]
  5. Membelokkan Bisnis Kehutanan dari Sunset, Asosiasi Pengusahaan Hutan Indonesia- [ unduh file ]
  6. Bisnis Kehutanan Masa Depan, Joko Sardjito, WWF- [ unduh file ]
  7. Pengembangan Wisata Alam dan Jasa Lingkungan sebagai Sektor Unggulan Masa depan LHK, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan- [ unduh file ]
  8. Pengembangan Energi berbasis Biomassa Hutan, Dekan Fakultas Kehutanan Unmul, Dr. Rudianto Amirta - [ unduh file ]
  9. Pengembangan Industri Biofarmaka Hutan, Prof. Dr. Enos Tangke Arung - [ unduh file ]
  10. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu dalam pengelolaan KPH, Dr. Harlinda Kuspradin dan Dr Irawan Wijaya Kusuma, ULS TESD Unmul - [ unduh file ]

Moderator: Dr. Haryadi Himawan

TOPIK DISKUSI KELOMPOK

  1. Konflik Kehutanan, Kerusakan Lingkungan dan Masyarakat Tempatan/Adat
  2. Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Pemenuhan Nationally Determined Contributions
  3. Bisnis Masa Depan Kehutanan
  4. Penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan

PELAKSANA

Kegiatan diselenggarakan oleh Panitia Rembuk Nasional Bidang 8 dan Universitas Mulawarman dengan dukungan para pihak kehutanan.