logo
Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman

Berita

Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

# Mahasiswa
14 Jul 2026 | | 4 views
Mahasiswa FKLT Unmul Perdalam Pengelolaan Hutan, Industri Kayu, dan Riset Biomaterial melalui International Student Exchange Program di Jepang

SHIGA–KYOTO, JEPANG – Sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Universitas Mulawarman yang mengikuti International Student Exchange Program (ISEP) in Japan 2026 melaksanakan rangkaian kegiatan akademik pada 23–26 Juni 2026 melalui pembelajaran lapangan mengenai konservasi hutan, kehutanan tradisional, industri kayu, teknologi pengolahan kayu, hingga kunjungan akademik ke The Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH), Kyoto University. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman komprehensif kepada mahasiswa dalam memahami pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan, mulai dari aspek ekologi, pemanfaatan hasil hutan, hingga inovasi biomaterial dan material komposit.


Pada Selasa (23/06/2026), rangkaian kegiatan diawali dengan singgah di rest area yang menyuguhkan panorama Lake Biwa, danau terbesar di Jepang. Dari lokasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pentingnya Lake Biwa sebagai sumber daya air utama yang memasok kebutuhan sekitar 14 juta penduduk di Prefektur Shiga, Kyoto, Osaka, dan Hyogo. Selain memiliki nilai ekologis yang tinggi sebagai danau purba, Lake Biwa juga berperan penting dalam sistem pengelolaan sumber daya air dan pengendalian banjir di kawasan Kansai.


Selanjutnya, rombongan mengunjungi Tanakamiyama Erosion Control Site bersama Prof. Emeritus Mamoru Kanzaki. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa mempelajari sejarah pengelolaan hutan Jepang, khususnya kawasan Tanakamiyama yang pernah mengalami kerusakan akibat eksploitasi hutan pada masa lampau. Mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai upaya konservasi yang dilakukan melalui reforestasi, pembangunan sabo dam (bangunan pengendali sedimen), serta pengelolaan daerah aliran sungai untuk mengurangi risiko erosi dan menjaga keberlanjutan ekosistem.



Usai kegiatan lapangan, rombongan mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Shiga Mokku, sebuah fasilitas edukasi kehutanan yang dibangun pada tahun 2023 di Prefektur Shiga. Mahasiswa disambut langsung oleh pengelola fasilitas dan memperoleh penjelasan mengenai konsep Shiga Mokku sebagai pusat edukasi kehutanan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Bangunan tersebut didirikan menggunakan dana pajak masyarakat serta memanfaatkan kayu lokal hinoki (Japanese cypress) dan sugi (Japanese cedar) sebagai material utama. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis pohon dan kayu lokal serta pentingnya pengelolaan hutan secara berkelanjutan.


Kegiatan hari ketiga kemudian ditutup dengan kunjungan ke Shigaraki, salah satu dari Six Ancient Kilns atau enam sentra keramik tertua di Jepang. Mahasiswa mempelajari sejarah industri keramik tradisional serta hubungan erat antara perkembangan industri tersebut dengan pemanfaatan sumber daya hutan. Selain melihat proses pembuatan keramik tradisional, mahasiswa juga diperkenalkan dengan ikon khas Shigaraki berupa patung tanuki yang menjadi simbol keberuntungan dan kemakmuran.



Memasuki Rabu (24/06/2026), mahasiswa FKLT Universitas Mulawarman melaksanakan kunjungan akademik ke The Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH), Kyoto University, salah satu pusat penelitian unggulan yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis keberlanjutan.



Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Xylarium RISH, tempat penyimpanan koleksi spesimen kayu dari berbagai belahan dunia. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan dari Prof. Suyako Tazuru mengenai pengelolaan koleksi kayu serta pemanfaatan basis data xylarium sebagai pendukung penelitian kolaboratif. Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai jenis kayu dari berbagai negara yang menjadi sumber data penting dalam penelitian ilmu kayu dan kehutanan.

Setelah sesi pertama selesai, mahasiswa melaksanakan makan siang bersama di kafetaria Kyoto University. Momen tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi secara informal dengan dosen maupun mahasiswa Kyoto University sekaligus mengenal budaya akademik di lingkungan kampus.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuliah Wood Material Science (Cellulose Nanofiber/CNF) yang disampaikan oleh Prof. Soichi Tanaka. Materi membahas karakteristik cellulose nanofiber (CNF), proses pembuatannya dari biomassa lignoselulosa, serta potensinya sebagai material berkekuatan tinggi, ringan, dan ramah lingkungan pada berbagai sektor industri. Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi laboratorium dan melihat secara langsung berbagai inovasi berbasis CNF, termasuk mobil berbahan cellulose nanofiber sebagai salah satu contoh penerapan biomaterial dalam industri otomotif.

Agenda akademik di Kyoto University ditutup dengan kuliah Composite Materials Chemistry yang disampaikan oleh Prof. Hiroshi Kamitakahara bersama Muhammad Taufiq Haqiqi. Pada sesi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pengembangan material komposit berbasis biomassa, pendekatan penelitian terkini, serta pentingnya kolaborasi internasional dalam mendorong inovasi material berkelanjutan.

Pada Kamis (25/06/2026), mahasiswa mengikuti kegiatan bertema Inspection Tour of Kyoto Forests, Forestry, Wood and Industry. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kitayama Cedar General Center untuk mempelajari sistem Kitayama Forestry, salah satu praktik pengelolaan hutan tradisional yang telah berkembang selama ratusan tahun di Kyoto. Mahasiswa mengamati secara langsung kawasan traditional forestry site serta mempelajari teknik budidaya Kitayama cedar (Kitayama sugi) yang menghasilkan kayu berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan konstruksi dan arsitektur tradisional Jepang.

Setelah menikmati makan siang bersama di Sanryotei, rombongan melanjutkan kunjungan ke Keihoku Pre-cut Co. dan disambut hangat oleh Ishikawa-san beserta staf perusahaan. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan teknologi pre-cut, yaitu sistem pemotongan komponen kayu menggunakan mesin berpresisi tinggi sehingga setiap bagian bangunan dapat dirakit secara akurat dan efisien. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman melihat secara langsung teknik konstruksi bangunan kayu khas Jepang yang menggunakan sistem sambungan (wood joinery) tanpa menggunakan paku. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai jenis kayu yang umum dimanfaatkan dalam konstruksi, seperti pinus, hinoki, dan sugi.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Hokuso Timber Center, pusat distribusi dan perdagangan kayu log di Kyoto. Di lokasi tersebut, mahasiswa mempelajari proses pengangkutan kayu dari kawasan hutan, sistem penyortiran berdasarkan kualitas dan ukuran, hingga mekanisme pengelolaan dan distribusi kayu kepada industri pengolahan. Mahasiswa juga melihat berbagai contoh bangunan berbahan kayu sebagai implementasi hasil industri kehutanan Jepang.

Menjelang sore, rombongan menuju Ohno Education Forest, hutan pendidikan milik Kyoto Prefectural University, yang menjadi lokasi menginap sekaligus tempat pelaksanaan kegiatan lapangan pada hari berikutnya.

Pada Jumat (26/06/2026), kegiatan diawali dengan membersihkan area penginapan, dilanjutkan dengan memasak dan menikmati sarapan bersama. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman kebersamaan yang mempererat hubungan antarmahasiswa sekaligus memberikan pengalaman hidup sederhana di lingkungan hutan pendidikan.

Selanjutnya, mahasiswa mengikuti field work di kawasan Ohno Education Forest bersama Prof. Emeritus Mamoru Kanzaki dan didampingi oleh Mr. Arikawa, Direktur Ohno Education Forest. Mahasiswa berjalan menyusuri kawasan hutan sambil mengidentifikasi berbagai jenis pohon yang tumbuh di hutan pendidikan. Namun, karena kondisi cuaca yang kurang mendukung akibat hujan, kegiatan lapangan hanya dapat dilakukan dalam waktu singkat sebelum rombongan kembali ke penginapan.

Di dalam penginapan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan mengenai sejarah berdirinya Ohno Education Forest. Mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai fungsi hutan pendidikan sebagai sarana pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu kehutanan yang dikelola oleh Kyoto Prefectural University.

Usai kegiatan di hutan pendidikan, rombongan menikmati makan siang di Morishige. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai karakteristik rumah tradisional Jepang, mulai dari material bangunan, tata ruang, hingga filosofi arsitektur yang berkembang sesuai kondisi lingkungan setempat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kawasan pedesaan Miyama, Kyoto, yang terkenal dengan rumah-rumah tradisional beratap jerami (kayabuki). Mahasiswa mengamati secara langsung upaya pelestarian permukiman tradisional Jepang sekaligus mengunjungi museum rumah tradisional untuk mempelajari sejarah, budaya, dan perkembangan kehidupan masyarakat Jepang dari masa ke masa.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan singgah di roadside market untuk beristirahat sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa membeli berbagai produk lokal dan makanan khas daerah sebelum melanjutkan perjalanan.

Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 23–26 Juni 2026, mahasiswa FKLT Universitas Mulawarman memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari konservasi hutan, pengelolaan daerah aliran sungai, kehutanan tradisional, industri pengolahan kayu, identifikasi vegetasi hutan, hingga inovasi biomaterial dan material komposit. Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai budaya, arsitektur tradisional, serta kehidupan masyarakat pedesaan di Jepang. Diharapkan pengalaman tersebut dapat memperkuat jejaring kerja sama internasional serta menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang kehutanan, biomaterial, dan lingkungan berkelanjutan di Indonesia.

Oleh: Nabila, Bonita & Afriansya



Berita Lainnya