logo
Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman

Berita

Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

# Mahasiswa
14 Jul 2026 | Erlina | 14 views
PENANDATANGANAN KONTRAK EAST BORNEO ORANGUTAN CARING SCHOOLARSHIP 2026

Samarinda, 10 Juli 2026 – Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) bersama Fakultas Matematika dan Imlu Pengetahuan Alam [FMIPA] Universitas Mulawarman (UNMUL) melaksankan proses penandatanganan East Borneo Orangutan Caring Scholarship (EBOCS) Tahun 2026. Ini merupan tahun ke-6 telah berjalan di FKLT UNMUL dan tahun ke-4 di FMIPA UNMUL. Pada tahun ini FMIPA menjadi tuan rumah dalam prosesi penandatanganan kontrak EBOCS 2026 yang dilaksanakan di Gedung SLC ruang Teater FMIPA UNMUL. Agenda ini dahadiri oleh Centre for Orangutan Protection (COP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) serta para mahasiswa penerima beasiswa EBOCS.


 

Agus Nur Fahmi, S.Hut.,M.P. selaku Koordinator Program Studi Kehutanan Program Sarjana mewakili Dekan FKLT UNMUL menyampaikan bahwa EBOCS di FKLT unmul sudah memasuki tahun ke 6 dan FKLT UNMUL sangat mengapresiasi atas mengapresiasi komitmen dan dukungan yang diberikan oleh Centre for Orangutan Protection (COP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian terhadap pelestarian orangutan dan ekosistem hutan Kalimantan. Diharapkan para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, menjaga prestasi akademik, serta berkontribusi aktif dalam kegiatan konservasi dan pengabdian kepada masyarakat. 


 

Sambutan juga disampaikan oleh Gary L. Shapiro, Ph.D., selaku President of Orangutan Republik Foundation (OURF). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Program East Borneo Orangutan Caring Scholarship (EBOCS) merupakan bagian dari upaya OURF dalam mendukung pendidikan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian orangutan dan lingkungan. Program beasiswa ini telah menjangkau mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan dan Sumatra. Beliau juga berharap para penerima beasiswa dapat terus menjaga komunikasi dengan pihak penyelenggara dengan memberikan kabar mengenai perkembangan studi maupun karier mereka, seperti saat telah menyelesaikan pendidikan atau mencapai berbagai prestasi. Menurutnya, informasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa program beasiswa telah memberikan manfaat bagi masa depan para penerimanya.






Berita Lainnya