SAMARINDA – Prestasi internasional kembali ditorehkan oleh Universitas Mulawarman (Unmul). Dua guru besar dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT), Prof. Irawan Wijaya Kusuma dan Prof. Enos Tangke Arung, resmi masuk dalam daftar Top 5% Scientist Dunia. Pencapaian ini dirilis resmi dalam indeks global SCIRANK GLOBAL Global Scientist Index 2025.
Masuknya kedua nama ini bukan tanpa alasan. Rekam jejak riset mereka yang berfokus pada pemanfaatan kekayaan hayati hutan tropis Kalimantan terbukti memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sains di tingkat internasional.
Sebagai salah satu peneliti senior di FKLT Unmul, Prof. Enos Tangke Arung dikenal luas berkat dedikasinya yang mendalam di bidang Natural Products (Produk Alami) dan Non-Timber Forest Products (Hasil Hutan Bukan Kayu/HHBK).
Risetnya menjembatani kekayaan alam hutan dengan dunia kesehatan modern melalui keahliannya di bidang Medicinal Chemistry (Kimia Medisinal) dan Cosmetic (Kosmetika). Prof. Enos aktif meneliti bagaimana hasi hutan bukan kayu asal Kalimantan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik yang aman serta agen antioksidan, menjadikannya salah satu ilmuwan yang paling banyak dirujuk dalam pemanfaatan potensi lokal untuk industri global.
Sementara itu, Prof. Irawan Wijaya Kusuma, yang juga menjabat sebagai Dekan FKLT Unmul, mengukuhkan posisinya sebagai Professor of Forest Product Chemistry (Guru Besar Kimia Hasil Hutan).
Fokus risetnya yang mendalam pada Forest Products Chemistry mengeksplorasi kandungan senyawa kimia dari pohon dan vegetasi hutan tropis. Penelitian-penelitian Prof. Irawan sangat krusial dalam mengidentifikasi nilai guna baru dari komponen hutan, yang mendukung hilirisasi produk kehutanan yang berkelanjutan tanpa harus merusak ekosistem hutan itu sendiri.
Keberhasilan kedua profesor ini menunjukkan bahwa FKLT Unmul tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan secara konvensional, tetapi juga unggul dalam mengolah potensi sains di balik keanekaragaman hayati Kalimantan.
"Masuknya Prof. Irawan dan Prof. Enos dalam jajaran 5% ilmuwan top dunia adalah bukti bahwa riset berbasis kearifan lokal dan kekayaan hutan tropis kita memiliki dampak sains yang sangat diperhitungkan di tingkat global. Ini menjadi motivasi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi," ungkap salah satu perwakilan pimpinan Unmul.
Dengan pengakuan dari SCIRANK GLOBAL 2025, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman semakin memperkuat posisinya sebagai roda penggerak riset kehutanan tropis terkemuka di Asia Tenggara dan dunia.



