Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Universitas Mulawarman (UNMUL) kembali menyelenggarakan agenda akademik rutin yang sangat dinantikan, yaitu Seminar Ilmiah Kehutanan Mulawarman (SIKMA) yang kini memasuki edisi ke-28. Acara yang telah menjadi tradisi ilmiah kampus ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Gedung Bundar FKLT UNMUL.
Sebagai informasi, SIKMA merupakan agenda rutin wajib yang dilaksanakan oleh fakultas sebagai wadah penguatan keilmuan bagi para mahasiswa sebelum mereka melangkah ke tahapan Yudisium.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman, Bapak Prof. Dr. Irawan Wijaya Kusuma, S.Hut., M.P. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa SIKMA ke-28 ini menjadi momentum penting bagi calon lulusan untuk memperluas cakrawala berpikir kritikal terhadap isu-isu kehutanan riil di lapangan sebelum terjun ke dunia profesional maupun masyarakat luas.
Memasuki sesi inti seminar, diskusi dipandu secara dinamis oleh Abdul Rahman Siddiq, M.Sc yang bertindak sebagai Moderator. SIKMA ke-28 kali ini menghadirkan pakar keilmuan kehutanan UNMUL, Prof. Dr. Ir. Rujehan, M.P., sebagai Narasumber utama.
Dalam paparannya, Prof. Rujehan mengangkat tema yang sangat krusial dan relevan dengan dinamika sosial-ekonomi lingkungan saat ini, yaitu: "Motif Ekonomi Pemanfaatan Lahan Hutan dan Potensi Dampak Ekosistem yang Ditimbulkan, Studi Kasus di Hutan Kemasyarakatan KPHL Balikpapan".
Melalui studi kasus di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Balikpapan tersebut, narasumber mengupas tuntas bagaimana dorongan ekonomi masyarakat sekitar hutan memengaruhi pola pemanfaatan lahan. Di sisi lain, seminar ini juga membedah secara mendalam potensi dampak ekologis yang ditimbulkan, sekaligus merumuskan solusi strategis agar konsep perhutanan sosial (hutan kemasyarakatan) tetap dapat berjalan selaras antara kesejahteraan ekonomi warga dan kelestarian fungsi ekosistem hutan tropis.
Peserta seminar yang didominasi oleh calon yudisium tampak sangat antusias, terbukti dengan banyaknya tanggapan dan diskusi interaktif yang terbangun selama sesi tanya jawab. Setelah seluruh pemaparan materi dan diskusi selesai, acara SIKMA ke-28 ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran pimpinan fakultas, narasumber, moderator, serta seluruh peserta mahasiswa guna mengabadikan momen ilmiah berharga tersebut.





