SAMARINDA – Sebanyak empat siswa kelas 1 SMK Kehutanan Negeri Samarinda sukses menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman (FKLT Unmul). Kegiatan magang intensif ini berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung sejak 25 Mei hingga 24 Juni 2026.
Meski status mereka masih berada di tahun pertama sekolah menengah, keempat siswa ini sudah mendapatkan kesempatan emas untuk mencicipi lingkungan perkuliahan dan riset tingkat lanjut. Langkah awal ini membuat mereka unggul dan mendapat pengalaman lebih dibandingkan teman-teman seangkatannya.
Selama satu bulan penuh, para siswa tidak hanya belajar teori, melainkan langsung terjun melakukan praktik di berbagai laboratorium mutakhir milik FKLT Unmul serta kawasan hutan diklat. Pelatihan dimulai di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan (Lab THH). Di sini, para siswa mempelajari hulu ke hilir pemanfaatan hasil hutan, mulai dari pengenalan pembuatan bahan aromatika, pembuatan pulp and paper, hingga mengidentifikasi struktur makroskopis dan mikroskopik kayu serta teknik maserasi serat kayu.
Selanjutnya, mereka bergeser ke Laboratorium Perencanaan. Di laboratorium ini, mereka diajak untuk mengenal serta mengoperasikan teknologi Drone (wahana tanpa awak) dan alat ukur tinggi serta kemiringan pohon (Clinometer).
Sementara itu, di Laboratorium Ekologi dan Konservasi Biodiversitas Hutan Tropis (Lab EKBHT), siswa mengasah keterampilan dalam pembuatan herbarium kering dan basah pada tumbuhan, serta pengenalan dasar penggunaan camera trap (kamera jebak). Ilmu dari laboratorium tersebut kemudian langsung dipraktikkan di lapangan dengan turun ke Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklat Lempake untuk mengenal kawasan sekaligus memasang camera trap di habitat hutan asli.
Eksplorasi sains berlanjut ke Laboratorium Ilmu Tanah dan Nutrisi Hutan (Lab ITNH). Para siswa belajar menggunakan alat-alat survei tanah, mendalami korelasi ilmu tanah terhadap tingkat kesuburan hutan, hingga melakukan analisis fisik dan kimia tanah secara langsung.
Sebagai penutup rangkaian praktik laboratorium, para siswa belajar di Laboratorium Perlindungan dan Kesehatan Hutan (Lab Perlintan). Mereka mengenal dunia entomologi melalui pembelajaran koleksi dan cara pengawetan serangga, serta melihat langsung proses budidaya lebah madu.
Bagi para siswa, kesempatan PKL di FKLT Unmul ini memberikan kesan mendalam sekaligus membuka cakrawala baru yang belum mereka dapatkan secara penuh di bangku sekolah.
"Seru dan menyenangkan sekali! Kegiatan ini benar-benar menambah wawasan baru bagi kami. Kalau di sekolah, fokus materi kami sejauh ini baru terbatas pada konservasi dan manajemen hutan saja. Di FKLT Unmul, kami bisa belajar banyak hal baru dari teknologi hasil hutan sampai ilmu tanah," ungkap salah satu siswa peserta PKL.
Program kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menjembatani siswa sekolah kejuruan dengan dunia akademik tinggi, sekaligus mencetak generasi muda yang siap menjaga dan mengelola kelestarian hutan tropis Indonesia dengan basis sains yang kuat.



