logo
Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman

Berita

Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

# Kerjasama
05 May 2026 | | 45 views
FKLT UNMUL dan KADIN Kalimantan Timur Jajaki Kolaborasi Pengembangan Industri Atsiri untuk Ekonomi Hijau

SAMARINDA – Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Universitas Mulawarman (UNMUL) menggelar pertemuan strategis bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur di Ruang Rapat Jati FKLT, Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini membahas langkah konkret hilirisasi produk penelitian akademisi, khususnya pengembangan minyak atsiri sebagai motor penggerak ekonomi baru di daerah.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dekan FKLT Prof. Irawan Wijaya Kusuma, Wakil Dekan I Prof. Harlinda Kuspradini, serta jajaran pengurus Kadin Kalimantan Timur yang dipimpin oleh Ketua Kadin Putri Amanda Nurramadhani.

Dalam sambutannya, Prof. Irawan Wijaya Kusuma menegaskan bahwa sektor kehutanan kini telah mengalami pergeseran paradigma. Kehutanan tidak lagi bertumpu pada kayu konvensional, tetapi telah meluas ke Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan jasa lingkungan yang sejalan dengan tagline FKLT: Hutan Lestari, Pembangunan Berjalan, Hutan Sejahtera.

"Kami berharap ada dukungan nyata agar produk penelitian dosen dapat dihilirisasi hingga dimanfaatkan oleh industri. Salah satu peluang terbesar saat ini adalah minyak atsiri yang sejalan dengan tren back to nature," ujar Prof. Irawan.

Ketua Kadin Kalimantan Timur, Putri Amanda Nurramadhani, menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi di Kalimantan Timur. Menurutnya, daerah ini harus memiliki sektor industri yang beragam dan tidak lagi bergantung secara penuh pada sektor pertambangan dan migas.

Potensi minyak atsiri dari kawasan Kalimantan juga mendapat perhatian khusus dari Prof. Harlinda Kuspradini. Menurutnya, minyak atsiri yang berasal dari tumbuhan aromatik memiliki nilai fungsional yang tinggi seperti antimikroba, antioksidan, serta antijamur, dan banyak digunakan dalam industri kosmetik, makanan, hingga aromaterapi.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Harlinda memperkenalkan A-TREO, produk unggulan hasil riset FKLT UNMUL yang merupakan bagian dari seri Ragam Wangi Indonesia. Produk minyak atsiri ini diformulasikan dari berbagai famili tumbuhan khas Kalimantan untuk mengangkat kearifan lokal ke tingkat yang lebih luas. Meski memiliki potensi besar dan didukung koneksi luas ke asosiasi terkait, pengembangan produk A-TREO ini masih memerlukan dukungan fasilitas rumah produksi agar dapat diproduksi dalam skala industri.

Menanggapi tantangan tersebut, perwakilan Kadin Bidang Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan, Mas Ginanjar, mengusulkan pengembangan konsep "Bisnis Harum". Konsep ini dirancang untuk memulai pemberdayaan dari tingkat tapak, seperti RT dan kampung, guna menciptakan pergerakan ekonomi kerakyatan.

Dari sisi perdagangan, Julia Nagata menambahkan bahwa Kadin siap mendampingi persiapan hilirisasi dari sisi branding dan pemasaran agar produk lokal seperti A-TREO dapat bersaing dan diserap secara maksimal oleh pasar.

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat kolaborasi strategis antara akademisi dan pelaku usaha. Kadin Kalimantan Timur akan membantu memfasilitasi solusi terhadap kendala sarana produksi serta merumuskan strategi pemasaran komoditas unggulan ini.


Berita Lainnya