logo
Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman

Berita

Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

# Kerjasama
16 Jul 2026 | | 53 views
Peserta ToT Karbon FKLT Unmul dan BP2SDM Wilayah V Gelar Praktik Lapangan di Arboretum Himba Etam

SAMARINDA – Pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Pelatihan Perhitungan Karbon Hutan dan Penyusunan Dokumen Aksi Mitigasi yang diselenggarakan oleh Balai P2SDM Wilayah V dan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Universitas Mulawarman kini memasuki tahap krusial. Pada Rabu (15/7/2026), agenda pelatihan beranjak dari pemaparan materi di dalam kelas menuju praktik langsung di lapangan.

Sebanyak 30 peserta, yang terdiri dari ASN di lingkungan FKLT Unmul dan Balai P2SDM Wilayah V, melakukan praktik pengukuran cadangan karbon secara langsung di Arboretum Himba Etam. Kawasan yang berlokasi di area BP2SDM Wilayah V ini dijadikan laboratorium alam bagi para peserta untuk mengaplikasikan teori inventarisasi tegakan dan perhitungan biomassa hutan yang telah dipelajari pada hari-hari sebelumnya.

Praktik lapangan ini merupakan tahapan yang sangat penting. Keakuratan dalam mengukur dan mengumpulkan data di lapangan merupakan fondasi utama dalam membangun tata kelola karbon yang bernilai ekonomi dan berintegritas lingkungan.

Setelah menyelesaikan pengumpulan data fisik di area Arboretum Himba Etam, kegiatan dilanjutkan dengan agenda strategis lainnya, yakni perumusan Dokumen Rancangan Aksi Mitigasi (DRAM). Berbekal simulasi data lapangan yang telah diperoleh, para peserta langsung dibimbing untuk menyusun dokumen tersebut secara terstruktur.

Metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik langsung ini dirasakan sangat efektif oleh para peserta. Salah satu peserta ToT yang juga merupakan dosen FKLT Universitas Mulawarman, Abdul Rahman Sidiq, M.Sc., membagikan insight positifnya terkait kegiatan pada hari ketiga.

"Menurut saya insight dari kegiatan hari ini sangat bagus. Selama ini secara teori kami sudah cukup paham, namun dengan adanya praktik langsung seperti ini, kami menjadi jauh lebih mengerti proses teknis di lapangannya. Tantangan untuk kami selanjutnya tinggal bagaimana mengimplementasikan hal ini secara nyata," ungkap Abdul Rahman Sidiq.

Penyusunan DRAM memang menjadi salah satu kompetensi puncak yang diharapkan dari pelatihan ini. Dokumen tersebut berfungsi sebagai kerangka kerja yang memuat baseline emisi, rencana intervensi, hingga estimasi penurunan emisi gas rumah kaca. Kemampuan menyusun DRAM yang komprehensif, akuntabel, dan transparan sangat dibutuhkan agar aksi mitigasi di tingkat tapak nantinya dapat tercatat dan diakui dalam Sistem Registri Nasional (SRN) serta skema perdagangan karbon global.

Kegiatan ToT yang memadukan teori komprehensif dan praktik intensif ini diharapkan dapat membekali para peserta dengan keterampilan teknis yang mumpuni. Melalui pembekalan lapangan di Arboretum Himba Etam ini, FKLT Unmul dan BP2SDM Wilayah V optimis dapat melahirkan instruktur-instruktur baru yang siap mengawal target ambisius penurunan emisi karbon di Indonesia, khususnya dari sektor kehutanan di Kalimantan Timur.


Berita Lainnya