logo
Fakultas Kehutanan
Universitas Mulawarman

Berita

Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

# Kerjasama
17 Jul 2026 | | 60 views
Resmi Ditutup, ToT Perhitungan Karbon Hutan Hasilkan 30 Trainer dari FKLT Unmul dan BP2SDM Wilayah V

SAMARINDA – Rangkaian kegiatan intensif Training of Trainers (ToT) Pelatihan Perhitungan Karbon Hutan dan Penyusunan Dokumen Aksi Mitigasi kerja sama Balai P2SDM Wilayah V dan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Universitas Mulawarman resmi ditutup pada Jumat (17/7/2026). Penutupan ini menandai lahirnya 30 instruktur baru yang siap mengawal isu perubahan iklim dan perdagangan karbon di Indonesia.

Dalam laporannya, Kepala Seksi Penyelenggaraan menyampaikan hasil evaluasi yang sangat menggembirakan. Seluruh peserta dinilai berpartisipasi aktif, menunjukkan kedisiplinan tinggi, dan menyelesaikan seluruh penugasan dengan baik.

"Berdasarkan penilaian tersebut, 30 orang peserta dinyatakan berhak mendapatkan sertifikat dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terlaksananya kegiatan ini," lapornya.


Penyerahan sertifikat kelulusan kepada perwakilan peserta ToT

Keberhasilan pelatihan ini juga sangat dirasakan oleh para peserta. Perwakilan peserta, Ir. Hari Siswanto, MP, membagikan dua kesan utamanya. Pertama, materi yang diberikan sangat mengikuti perkembangan zaman (up-to-date), sehingga memungkinkan para akademisi untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kebijakan aksi mitigasi terkini.

"Kedua, terkait sesi metode pembelajaran. Sebagai pengajar, metode anti-jenuh yang diberikan di sini sangat bagus. Kami belajar bagaimana membangkitkan gairah dan semangat peserta. Ilmu ini tidak didapatkan di semua tempat dan menjadi bekal positif untuk kami bagikan ke mahasiswa maupun masyarakat," ungkap Ir. Hari.


Ir. Hari Siswanto, MP menyampaikan pesan dan kesan

Dekan FKLT Universitas Mulawarman, Prof. Irawan Wijaya Kusuma, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Balai P2SDM Wilayah V atas dukungan dan prioritas program yang diberikan kepada FKLT. Beliau meyakini ke-30 trainer baru ini akan menjadi bagian penting dari program percepatan penurunan emisi karbon pada tahun 2030.

"Kami berharap fakultas selanjutnya bisa terus berkontribusi dalam kegiatan sejenis. FKLT siap membuka fasilitas sarana dan prasarana untuk kerja sama dengan BP2SDM ke depannya. Selain itu, kami juga sangat mengharapkan masukan dari BP2SDM terkait kurikulum kami yang berbasis luaran (outcome-based) agar senantiasa relevan dengan kebutuhan lapangan," tegas Prof. Irawan.

Merespons antusiasme tersebut, Kepala Balai P2SDM Wilayah V dalam arahan penutupnya menceritakan kembali bahwa gagasan ToT untuk dosen ini lahir dari komunikasi yang baik dan sinergisitas antara kedua belah pihak. Beliau juga mengapresiasi kehadiran Widyaiswara ahli, Dr. Nur Cahyo dan Bapak Faisal, yang telah mengawal jalannya pelatihan.

Lebih lanjut, Kepala Balai menekankan bahwa sebuah pelatihan harus memenuhi empat aspek utama: Outcome (seperti integrasi perhitungan karbon ke dalam Rencana Pembelajaran Semester/RPS), Output (lahirnya para trainer), Benefit(manfaat), dan Impact (dampak luas).

"Saya membayangkan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Lempake dan Bukit Soeharto yang dikelola Unmul, dengan kekuatan SDM dosen dan mahasiswanya, bisa menjadi lokasi efektif untuk menghitung karbon dan menyusun Dokumen Rancangan Aksi Mitigasi (DRAM) secara nyata, hingga minimal mendapatkan sertifikat apresiasi. Tidak semua institusi memiliki privilese tempat seperti yang Unmul miliki," pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Balai memuji kelengkapan sarana dan prasarana belajar di FKLT yang sangat menunjang kelancaran kegiatan, sebelum akhirnya menutup acara.

"Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Training of Trainers Pelatihan Perhitungan Karbon Hutan dan Penyusunan Dokumen Aksi Mitigasi kerja sama BP2SDM Wilayah V dan FKLT Unmul dengan ini resmi ditutup," pungkasnya, diiringi tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.


Berita Lainnya